Just another WordPress.com site

ANALISIS DAN PERANCANGAN TAPAK

Dalam Analisis Perancangan Tapak ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni:

  1. Ruang dan Tapak

Disini dibicarakan ruang dalam arti luas,bukan berarti dinding batu yang beratapkan genteng tetapi ruang yang dimaksudkan adalah ruang yang beratapkan langit dan brdinding cakrawala

Adatiga ruang yakni:

1)      Ruang publik (berukuran besar)

2)      Ruang semi publik (berukuran sedang)

3)      Ruang prifat (berukuran kecil)

  1. Perilaku

Perilaku setiap orang berbeda, orang yang bekerja dan orang yang tidak bekerja (santai) cara jalannya saja berbeda dan orang yang bekerja ketempat kerjanya harus mencari jalan yang cepat sedangkan orang yang santai mencari jalan yang panjang dan ramai; Begitu juga dengan tapak dirancang sesuai dengan perilaku user.

Masing-masing perilaku memiliki fasilitas yang berbeda; Misalnya: orang yang bekerja mencari jalan yang cepat sampai ketempat kerja; Sedangkan orang yang santai mencari jalan yang panjang dan ramai. Pengaturan ruang juga sangat bergantung pada perilaku.

  1. Presepsi

Presepsi berkaitan dengan anggapan atau penilaian. Objek bias saja sama namun presepsi/penilaian orang berbeda-beda.

Banyak hal berkaitan dengan presepsi. Orang yang tidak paham tentang keindahan akan menganggap alun-alunkotamalangmerupakan tempat yang sangat indah, namun bagi orang yang paham/mempunyai selera tinggi mungkin akan menganggap alun-alunkotamalangsebagai tempat yang biasa atau menganggap alun-alun sebagai tempat yang semerawut atau jorok karena masih banyak pedagang kakilima(PKL) yang berjualan dikawasan tersebut.

Tapak tidak hanya terbentuk dari suatu elemen saja tetapi terbentuk oleh beraneka ragam komponen ekosistem/elemen. Pada dasarnya komponen ekosistem terbagi menjadi 4 aspek; yakni:

  1. Aspek fisik
  2. Aspek biofisik
  3. Aspek social dan budaya
  4. Aspek ekonomi

Mengapa tapak perlu dianalisis?

Tapak perlu dianalisis guna mencapai tiga tujuan yang mendasar, yakni:

  1. Untuk memahami berbagai komponen ekosistem secara terpisah, kemudian kita mengaitkan antara komponen-komponen ekosistem yang terpisah tersebut.

Contoh: jenis tanah akan berpengaruh terhadap kesuburan tanaman.

  1. Memahami keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya.

Iklim sangat berkaitan dengan vegetasi. Pada daerah subtropis vegetasinya berbeda dengan vegetasi pada daerah tropis.

Jumlah air akan berpengaruh pada jumlah vegetasi dan jenis tanaman berpengaruh terhadap jumlah air. Pada tanah yang liatnya banyak maka ketersediaan air akan cepat habis karena tanah yang litanya banyak tidak dapat menyerap air sehingga air akan mengalir ketempat lain.

  1. Untuk menentukan tingkat kesesuaian komponen tersebut. Tingkat kesesuaian ini mempunyai makna bahwa dana yang digunakan lebih kecil dibandingkan hasil atau keuntungan yang diperoleh.

Pada dasarnya untuk memilih tapak ada 2 model, yakni:

1)      Lokasi yang bersifat umum atau tapak terletak pada lokasi yang bersifat umum.

Untuk menentukan model tapak yang cocok harus dilihat dari aspek fisik,biofisik.sosial dan ekonomi.

2)      Tapak sudah tersedia, maka harus dilakukan analisis. Jika terdapat kekurangan pada tapak maka dilakukan modifikasi. (tingkat kesesuaianya tidak sangat sesuai).

Ketika kita memulai analisis data-data yang perlu diambil melalui inventarisasi. Pada arsitektur landsekap pengambilan data melalui survei, yakni mengambil data-data pada tapak.

v  Aspek fisik

Jenis tanah berkaitan dengan kesuburan tanaman, maka harus:

  • Memperhatikan jenis tanah.
  • Memperhatikan drainase.
  • Topografi
  • Kedalaman lapisan tanah.
  • Kesuburan tanah.
  • Aspek-aspek yang perlu diperhatikan.

v  Aspek biofisik

  • Aspek yang nampak kita lihat tetapi hidup yang dapat tumbuh dan berkembang; Misalnya: vegetasi, satwa (satwa darat,air dan udara).

Perlu diketahui jumlah vegetasi/satwa dan umur vegetasi/satwa.

  • Aspek biofisik yang menarik dan tidak menarik tergantung pada presepsi.
  • Vegetasi/satwa yang berpotensi baik dapat digunakan sebagai icon.

v  Aspek sosial-budaya

Berkaitan dengan manusia. Tapak dapat dikembangkan sesuai dengan social-budaya.

Contohnya: taman-taman bali dibuat sesuai dengan social-budaya pada pulau bali itu sendiri.

Mata pencarian penduduk menjadi penting karena jika kita membangun kawasan wisata, kita dapat memanfaatkan matapancarian penduduk.

Misalnya: kita dapat memanfaatkan mata pencarian penduduk sebagai souvenir.

v  Aspek vocal formal

Berkaitan dengan penggunaan tapak/RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kota) telah membagi kawasan-kawasan tapak sesuai dengan fungsinya.

Contohnya: kawasan ijen digunakan sebagai RTH dan kawasan pendidikan.

v  Aspek ekonomi

Terkait dengan ketersediaan, baik dari membangun maupun pemeliharaan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: