Just another WordPress.com site

SUARA KAMI DARI RANTAU

Belum Adanya Kesadaran Pemerintah Terhadap Potensi Wisata Pantai Di Kabupaten Lembata

Oleh:

Richardus Betekeneng

 

Pada abad sekarang untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) perlu adanya pemanfaatan segala potensi sumber daya yang ada pada setiap daerah diseluruh dunia, baik itu sumber daya manusia(SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa negara yang cukup besar dan merupakan salah satu pendapatan andalan sektor non migas. Kebijakan pembangunan nasional menggariskan bahwa pengembangan sektor pariwisata harus lebih ditingkatkan seiring dengan meningkatnya industri pariwisata secara umum. Unsur yang paling penting dalam pengembangan kepariwisataan adalah pengembangan obyek wisata yang sesuai dengan keinginan atau preferensi dari para wisatawan dan dilakukan dengan melihat semua potensi dan permasalahan yang ada di lingkungan internal maupun eksternal.

Pelaksanaan otonomi daerah secara bertahap mengakibatkan pemerintah daerah berupaya keras memanfaatkan semua potensi wilayah yang dapat meningkatkan pendapatan asli Daerah (PAD). Kabupaten Lembata yang mempunyai beberapa kawasan wisata pantai berupaya meningkatkan potensi baik dari segi kuantitas maupun kualitas agar dapat berperanan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan pemerataan pendapatan masyarakat yang menempati  disekitar obyek wisata.

Kawasan wisata merupakan kawasan yang memungkinkan manusia untuk berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas. Konsep keberadaanya merupakan perpaduan antara potensi keindahan alamiah dan campur tangan manusia melalui pemikiran kreatif, lebih mengutamakan fungsi dan estetika sehingga tercapai tujuan ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan pendidikan serta kondisi ekosistem yang berkelanjutan (Sustuinable).

Wisata pantai misalnya adalah wisata yang sangat populer di kabupaten lembata, dimana masyarakat lembata sebagian besar cendrung menghabiskan liburannya dengan berpiknik ke pantai. Kabupaten lembata memiliki banyak potensi wisata pantai, diantaranya pantai pedan, pantai bean, pantai apo wewalelen, pantai pasir putih mingar, pantai waijarang, pantai SGB bungsu, pantai tanah treket dan pulau siput awelolong, namun keberadaan pantai ini seolah-olah tidak mempunyai pemilik yang dapat mengelola dan merawatnya, ini dikarenakan pemda kabupaten lembata selaku pemilik dari pantai-pantai tersebut diatas seolah menutup mata, Sedangkan kabupaten lembata sendiri sudah berusia beranjak dewasa, namun belum ada satupun potensi wisata yang dikelola pemerintah memiliki pengaruh dikanca nasional maupun internasional.

Berlatar belakang masalah ini, maka dapat dinilai bahwa pemerintah kabupaten lembata belum mempunyai kesadaran akan pentingnya potensi wisata pantai, dilihat dari potensi pantai-pantai di kabupaten lembata memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Pantai pedan misalnya memiliki keindahan pasir putih, memiliki laut yang jernih dan dangkal yang didalam terdapat berbagai jenis ikan hias dan keindahan koral, juga terdapat hutan bakau yang menjadi keunikan dari pantai pedan tersebut.

Oleh karena itu pemerintah perlu lebih sensitf lagi dengan potensi-potensi sumber daya manusia(SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang ada pada kabupaten lembata, terutama potensi wisata pantai karena selain dapat meningkatkan PAD juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

 

Malang : 15-januari-2012

Sedih Le…………………….. Kapan Majunya Lembata ni…………?????

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: