Just another WordPress.com site

UNSUR – UNSUR DESAIN DAN PRINSIP DESAIN

v   UNSUR – UNSUR DESAIN

Dalam Pembuatan sebuah desain kita perlu memperhatikan bentuk desain yang diinginkan. Tentunya supaya desain Anda dapat dilihat bagus (sesuai maksud dan tujuan Anda membuatnya),maka unsur-unsur pembuatan desain yang perlu diperhatikan

  1. 1.      Garis (Line)

Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar,  serta garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

Dalam dunia desain terdapat beberapa macam garis yang memiliki kesan yang berbeda, antara lain

  • Garis Vertiakal

Garis ini memberi kesan ketinggian, tegak, gagah, dan serba kaku maka suasana ruangnya akan terasa formal, serius dan tidak santai.

  • Garis Horizontal

Garis horizontal memberikan eksentuasi terhadap dimensi lebarnya, santai dan tenang, sehingga suasana yang dan kesan ruang yang ditimbulkan adalah santai, rileks dan tenang.

  • Garis Diagonal

Garis diagonal in sering dipergunakan atau di manfaatkan untuk suatu maksud yang meminta perhatian atau sebagai daya tarik visual. Apabila digunakan pada tempat yang kurang tepat akan memberikan efek yang sebaliknya.

  • Garis Lengkung

Watak dari garis ini pada umumnya adalah dinamis, riang, lembut, dan memberikan pengaruh gembira. Suasana yang di hasilkan menarik dan gembira. Dan umumnya manfaatkan bagi pembentukan ruang pada suatu daerah rekreasi.

 

 

  1. 2.      Bidang

Merupakan sususnan beribu – ribu garis apabila disatukandan dipadatkan akan membentuk sebuah bidang.

  • Fungsi Bidang dalam Arsitektur Landsekap

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa ruang (spece) terbentuk oleh susunan bidang – bidang. Terdapat beberapa bidang antara lain ;

  • Bidang Alas / Dasar (The Based)
  • Bidang Pembatas / dinding ( The Vertical)
  • Bidang Atap / Atap (The Overhead)
  1. 3.      Ruang (Spece)

Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain

Ruang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia dimanapun dia berada, baik secara psikologi dan emosional (persepsi), maupun dimensional,. Manusia selalu berada dalam ruang, bergerak serta menghayati, berpikir dan juga menciptakan ruang untuk menyatakan bentuk dunianya.

  1. 4.      Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

 

  1. 5.      Tekstur (Texture)

Tekstur merupakn kumpulan titik – titik kasar / halus yang tidak beraturan pada suatu permukaan benda ataupun objek,

Titik – titik ini dapat berubah dalam ukuran warna, bentuk, atau sifat dan karakternya seperti ukuran besar kecilnya, terang gelapnya, bentuk bulat ataupun persegi atau tak beraturan sama sekali. Suatu tekstur yang susunannya agak teratur atau teratur disebut dengan corak atau pattern.

  •  Fungsi teksture.

Untuk mendapatkan suatu perancangan atau desain yang lengkap, dan juga bertujuan untuk memberikan suatu kesan komposisi yang saling serasi / ideal dalam suatu perancangan (desain) yang diinginkan.

  •  Bentuk Tekstur

Dari bentuk tekstur dapat dibedakan menjadi dua.

  1. Tekstur halus, adalah karakter permukaan benda yang bila diraba akan terasa halus atau dapat pula diartikan memberikan perasaan kesan halus.
  2. Tekstur kasar, permukaan benda bila diraba akan terasa kasar atau objek terdiri dari elemen dengan corak yang berbeda, baik bentuk maupun warnanya

 

  1. 6.      Warna

           Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

v PRINSIP DESAIN

Prinsip desain merupakan dasar dari terwujudnya suatu rancangan atau ciptaan bentuk. Kita mengetahui bahwa komponen – komponen dan unsur – unsur bentuk mempunyai dan memiliki sifat masing – masing. Dan mesing – masing sifat tersebut memiliki karakteristik sendiri , untuk menyatukan komponen dan unsur tersebut haruslah di dasarkan pada prinsip desain.

Prinsip utama dalam desain adalah faktor “ keteraturan dan kesatuan”

Prinsip  – prinsip desain antara lain :

 

  1. 1.  Skala

Skala dalam arsitektur menunjukan perbandingan antara elemen bangunan atau ruang dengan suatu elemen tertentu yang ukurannya sesuai dengan manusia

Terdapat 3 macam skala yang sering digunakan , yaitu sebagai berikut :

1. Skala manusia, pada skala ini penekanan diarahkan pada penggunaaan ukuran dimensi manusia atau gerak ruang manusia terhadap objek atau benda yang dirancang.

2. Skala Generiak , pada skala ini perbandingan diarahkan pada penggunaan suatu  elemen atau ruang terhadap elemen lain yang berhubungan dengan sekitarnya.

3. Skala Gambar, yaitu perbandingan pembesaran atau perkecilan antara gambar atau peta yang dikerjakan dengan mempergunakan satuan ukuran angka / numeri ataupun grafik.

2.  Balance

Balance atau keseimbangan adalah hubungan yang menyenangkan antar bagian-bagian dalam suatu desain sehingga menghasilkan susunanyang menarik. Keseimbangan ada 2 yaitu :
a. Keseimbangan simetris atau formal maksudnya yaitu sama antara bagian kiri dan kanan serta     mempunyai daya tarik yang sama.Keseimbangan ini dapat memberikan rasa tenang, rapi,       agung dan abadi.

b. Keseimbangan asimetris atau informal yaitu keseimbangan yang diciptakan dengan cara            menyusun beberapa objek yang tidak serupa tapi mempunyai jumlah perhatian yang sama.      Objek ini dapat diletakkan pada jarak yang berbeda dari pusat perhatian. Keseimbangan ini lebih halus dan lembut serta menghasilkan variasi yang lebih banyak dalam susunannya.

3.  Harmoni

Harmoni adalah prinsip desain yang menimbulkan kesan adanya kesatuan melalui pemilihan dan susunan objek atau ide atau adanya keselarasan dan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam suatu benda, atau antara benda yang satu dengan benda lain yang dipadukan. Dalam suatu bentuk, harmoni dapat dicapai melalui kesesuaian setiap unsur yang membentuknya

4. Aksen/center of interest

Aksen merupakan pusat perhatian yang pertama kali membawa mata pada sesuatu yang penting dalam suatu rancangan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menempatkan aksen

a. Apa yang akan di jadikan aksen

b. Bagaimana menciptakan aksen

c. Berapa banyak aksen yang dibutuhkan

d. Dimana aksen ditempatkan

5. Unity / Kesatuan
Unity atau kesatuan merupakan sesuatu yang memberikan kesan adanya keterpaduan tiap unsurnya.Hal ini tergantung pada bagiamana suatu bagian menunjang bagian yang lain secara selaras sehingga terlihat seperti sebuah benda yang utuh tidak terpisah pisah.Misalnya leher berbentuk bulat diberi krah yang berbentuk bulat pula dan begitu juga sebaliknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: